Selasa, 19 Mei 2009

BELAJAR PRAMUKA, KENAPA TIDAK?

Oleh:

Uni Qalbarri

Melihat judul di atas, kelihatannya memang aneh. Kenapa harus belajar Pramuka? Pertanyaan ini keluar dari seorang anak ketika penulis mengajak untuk latihan Pramuka. Anehnya, tanpa hirau anak tersebut lebih memilih bermain game di warnet terdekat. Melihat fenomena yang terjadi jaman sekarang, anak-anak dengan mudahnya mengakses film tak senonoh. Bahkan tingkahlaku menyimpang lainnya pun sering dilakukan, contoh kecil bolos sekolah.

Dalam sebuah artikel/wawancara tokoh Kak Seto yang berjudul “Pusing dengan Perceraian Artis”, Professor Arief Rachman mengatakan bahwa anak butuh akhlak dan watak. Beliau melihat pendidikan di Indonesia secara umum hanya menekankan aspek kognitif (pikiran, akademis). Hal-hal yang sifatnya terukur saja. Sementara itu, soal akhlak dan watak serta hal lain yang tidak terukur, boleh dibilang ditelantarkan. Padahal kalau kita membaca tujuan pendidikan dalam Undang-Undang Pendidikan, kita bisa melihat bahwa tujuan pendidikan itu memuat juga kedua hal tersebut. Inilah yang menyebabkan bangsa ini sulit menjadi bangsa yang besar. Jika di masa anak-anak saja sudah membandel, bagaimana jika sudah dewasa nanti? Mungkin saja menjadi generasi para koruptor atau bisa saja menjadi individu yang tidak sportif dan akan merebak di berbagai dimensi kehidupan dan sikap-sikap negatif lainnya.

Berkaitan dengan pramuka, masalah di atas dapat diatasi dengan cara melibatkan sianak dalam Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka(praja muda karana = orang muda yang berkarya) merupakan sebuah organisasi kepemudaan yang didirikan dengan maksud memberikan pembinaan generasi muda yang menggunakan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan. Gerakan Pramuka ini membina dan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan tujuan untuk; menciptakan generasi bangsa yang kreatif dan mandiri serta memiliki wawasan yang luas sebagai sumber daya masusia yang berwatak dan berbudi luhur, serta menjadi warga Negara republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia pada Negara kesatuan republik Indonesia, serta berupaya menjadikan manusia yang suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan dalam kehidupannya sehari-hari.

Sebagai wadah pembinaan generasi muda, pramuka secara aktif berpatisipasi dalam masalah-masalah pembangunan yang mendambakan kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh bangsa Indonesia. Semua anggota Gerakan Pramuka menerima prinsip-prinsip pendidikan yaitu pertama, bahwa pendidikan berlangsung sepanjang hayat (long life education) dan , bahwa terdapat empat sendi, ‘sokoguru’ atau pilar pendidikan, yaitu belajar mengetahui (learning to know) belajar berbuat (learning to do), belajar hidup bersama, hidup bersama orang-orang lain (learning to live together, to live with others), dan belajar menjadi seseorang (learning to be )

Melalui proses pendidikan yang efektif, efisien, dan produktif diusahakan dapat membantu setiap anggota Gerakan Pramuka agar berkembang menjadi agent of change, menjadi pelopor (bukan pengekor), menjadi pembaharu yaitu selalu menilai tentang masa lalu, memandang ke masadepan, serta mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi dan menyusun, merencanakan kemudian melaksanakan berbagai program pada masa kini untuk meraih cita-cita dan tujuan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Misalnya membangun masyarakat madani (civil society), masyarakat adil-makmur, material-spiritual berdasarkan Pancasila.

Jika di atas dikemukakan tiga buah sasaran pendidikan, maka sasaran pertama adalah pengetahuan dan informasi fungsional diusahakan meraihnya melalui pengajaran (teaching), sasaran kedua adalah keterampilan yang relavan melalui pelatihan (training), dan sasaran ketiga adalah sikap mental pembaharuan dan pembangunan melalui bimbingan (guidance) dan keteladanan (by example).

Dari ketiga sasaran pendidikan tersebut, hal yang mudah untuk dilaksanakan adalah pengajaran termasuk memberikan kuliah, ceramah, dan sebagainya. Sebaliknya, hal yang sulit pada hakikatnya adalah upaya bimbingan dan keteladanan serta penanaman, pemupukan dan pengembangan sikap mental pembaharuan dan pembangunan. Hal ini sangat erat hubungannya dengan nilai-nilai yang menentukan berhasil tidaknya pendidikan.

Usaha memotivasi peserta didik agar belajar dengan sunggu-sungguh sepanjang hayat, termasuk kedalam pendidikan nilai. Perlu kita sadari, bahwa pada hakikatnya Gerakan Pramuka juga bergerak dalam bidang pendidikan. Sehingga dibutuhkan kesungguhan yang luar biasa untuk mempersiapkan generasi muda dalam mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang akan dijadikan bekal untuk mengarungi kehidupan. Dalam hal ini, Gerakan Pramuka memiliki kode kehormatan atau dapat juga disebut kode etik dalam bentuk janji dan ketentuan moral.

Salah satu kode kehormatan bagi Pramuka Siaga (berusia 7-10 tahun) dalam bentuk janji yang disebut Dwisatya Pramuka yang berbunyi “Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: -menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga; -setiap hari berbuat kebajikan. Sedangkan dalam bentuk ketentuan moral disebut Dwidarma Pramuka yang berbunyi: (1) Siaga berbakti kepada ayah bundanya. (2) Siaga berani dan tidak putus asa.

Nilai-nilai di atas hendaknya dibiasakan sejak dini agar menjadi pedoman tingkahlaku sehari-hari. Sehingga mereka kelak tidak akan canggung dalam menghadapi tantangan masa depan, bahkan tantangan tersebut dapat dijadikan kesempatan baru. Tentu hal ini dilaksanakan sesuai dengan usia anak serta kemampuan fisik-mental-spiritual dan sosial-emosional mereka masing-masing.

Untuk mengakhiri tulisan ini kiranya perlu ditegaskan bahwa jika kita menggunakan istilah pendidikan, maka perbuatan-perbuatan baik yang teungkap di dalam proses maupun produk pendidikan itu haruslah yang ‘etis-religius baik’. Itu berarti nilai-nilai menanam, memupuk dan mengembangkannya di dalam peserta didik anggota Gerakan Pramuka adalah agama, yaitu ajaran-ajaran Tuhan Yang Maha Esa yang tertulis dalam kitab suci masing-masing. Di samping agama, kebudayaan juga sering dibataskan sebagai sistem nilai. Ingat perumpamaan nenek-moyang agar kita ‘saling asah, saling asih, saling asuh’ dan merupakan nilai yang perlu ditanam, dipupuk dan dikembangkan di dalam diri setiap manusia khususnya anggota Gerakan Pramuka.

Rabu, 06 Mei 2009

cuap-cuap anggota


Namanya adalah Muhammad Darwis, atau kawan - kawan sering memanggilnya dengan sebutan kak Darwis, atau kalau pas dia lagi manggung di panggil dengan sebutan jonatan. karena ia berlatar belakang anggota teater MAN 1 Pontianak dulunya. Darwis adalah sosok yang paling bandel dan memiliki loyalitas yang tinggi bagi dunia kepramukaan, karena ia merasa bahwa dia sampai seperti ini dalam artian pengalaman yang luar biasa, ia peroleh dari pramuka, makanya ia sangat susah dan gak mau melepaskan baju seragamnya ampe berhari-hari walaupun tidak mandi he he ( becanda ).

Selain itu sosok Darwis sangat diharapkan selalu ada dan eksis di tubuh racana STAIN Pontianak, becaose ia adalah anggota yang amat sangat rajin dalam segala kegiatan dimanapun dan kapanpun lho... na yang paling menarik adalah walaupun ia selalu aktif di segala kegiatan ia juga memiliki segudang prestasi lho...dan tidak ketinggalan soal kuliahnya lho...apa lagi kalau dilihat IP nya diatas 3 koma lho...hebat kan...makanya buruan kenalan ma dia, mumpung masih jomblo lho....na kalau mau kenal lebih akrab datang aja ke sekretariat kami, di komplek STAIN Pontianak okey...ditunggu ya...

Sabtu, 02 Mei 2009

Cuap-cuap KD Putri



Berikut adalah salah satu sosok yang di idolakan dan dianggap berpengaruh oleh anggota yang lain, kerena dia menjabat sebagai ketua dewan racanaPutri STAIN Pontianak.Ia bernama Rasmawati atau lebih akrabnya rasti, dibalik sosok yang kalem tersebut tersimpan jati diri yang kokoh, sekokoh gunung yang menjulang tinggi kelangit. Dia mempunyai prinsip yang luar biasa makanya ia dipercaya sebagai ketua dewan racana putri lho....selain itu berbagai prestasi juga pernah diperoleh hebat kaannn........

Dia selain sosok yang diidolakan oleh anggota namun ia juga mempunyai cita-cita yang mulia lho...ia ingin agar terjadi perubahan di tubuh racana dan memiliki ciri khas tersendiri untuk racana STAIN Pontianak ini. coba lihat dari gaya dan ekspresinya menunjukkan bahwa wibawa seorang yang diidolakan oleh siapa aja deh.

Namun ia juga mempunyai misi untuk menyelesaikan studinya dan harus kesampaian menggunakan gelar S.Pd.I lhooo. Jadi kawan - kawan harus bisa seperti dia disamping berprestasi juga cita-cita yang berguna bagi bangsa dan negara serta agama he he he, mantap kan...coba lihat poto di samping juga terlihat keakrabannya dengan para anggota lainya walaupun ia terkenal tegas tapi mempunyai hati yang lembut lhooo...pokoknya good luck ajalah...

RACANA STAIN






Pada kesempatan kali ini kami ingin memperkenalkan diri kepada semua yang membaca blog ini. Karena racana STAIN bukanlah racana yang seperti dulu yang pernah berdiri pada awalnya. Menurut kami racana STAIN Pontianak kali ini sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan dibandingkan dengan yang dahulu, ini terbukti makin banyaknya anggota yang ikut serta dalam keracanaan tersebut.
disamping itu, kegiatan demi kegiatan juga banyak dilaksanakan. Seperti perjusami tingkat penggalang dengan merebutkan piala bergilir dari ketua STAIN Pontianak, perkemahan Ramadhan, bakti sosial, dan masih se abrek kegiatan lainya. Namun demikian kita rasakan bahwa partisipasi masyarakat terhadap Pramuka kian hari kian berkurang. Kondisi yang seperti ini mungkin disebabkan beberapa faktor yang diantaranya, kurang menariknya kegiatan, kegiatan hanya itu-itu aja, minimnya tingkat kepercayaan orang tua, serta anggaran dana yang sangat minim tentunya.
Tetapi kondisi ya
ng seperti itu tidaklah mempengaruhi racana STAIN Pontianak untuk tetap bersaing dengan pramuka-pramuka yang lain. dengan kepemimpinan yang kuat semua halangan yang dirasakan amat berat bisa dihadapi dengan mudah. Tentunya hal ini berkat kerja keras seluruh anggota Racana STAIN Pontianak atas koordinasi ketua racana yaitu kak anuradi seperti gambar yang ada di samping ini. Demkianlah batapa pentingnnya sebuah koordinasi yang kuat dan konsisten demi terwujudnya kemandirian racana kita semua,disamping juga terlihat pembina GuDEp sedang mengalungkan tanda peserta. The and.

Jumat, 01 Mei 2009

STAIN PONTIANAK SCOUT REDY






Gerakan Pramuka STAIN Pontianak, kalia ini telah bersiap-siap mengirimkan anggotanya menuju provinsi jambi, guna mengikuti kegiatan perkemahan wirakarya ke IX. Ditengah kesibukan sehari-hari para anggota mempersiapakan kegaiatan untuk bisa tampil diarena pentas 2 tahunan ini. selain menyiapakan segala sesauatu yang berhubungan dengan perlengkapan dan sebagainya sebagian anggota banak yanga masih disibukkan dengan kejar target kehadiran kuliah. Hal ini tentunya disebabkan besarnya minat anggota untuk biasa mengikuti kegiatan tersebut.
maksud anggota adalah selain mereka tetap bisa mengembangkan diri melalui kepramukaan, mereka juga berharap tidak gagal dalam prestasi akademik. Hal itu senada dengan apa ayang diharapkan oleh para pembina harian GUDEP Rabiataul adawiyah STAIN Pontianak. Disamping itu para anngoya juga merasa terpacu apabila mereka beajaar dikampus becaose mereka menganggap pramuka adalah motivasi diri tuk mencapai keberhasilan. Good luck!

by: kak musiri

Senin, 13 Oktober 2008

Pramuka STAIN Pontianak adakan Kemah Ramadhan

Gambar disamping adalah dimana saat pelepasan kegiatan kemah Ramadhan yang diikuti oleh anggota Pramuka STAIN Pontianak menuju bumi perkemahan di desa Parit wak paek kecamatan Segedong kabupaten Pontianak, Kal-Bar pada tanggal 11-15 September 2008. Perkemahan tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan Darmaku ku baktikan, dalam kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota Pramuka yang bersedia saja tidak diwajibkan akan tetapi disarankan kepasda anggota untuk bisa mengikuti kegiatan tersebut. Karena melalui kegiatan tersebutlah kita bisa mengtahui makna Pramuka ditingkat perguruan tinggi, sebab orang sering salah dalam mengartikan bahwa Pramuka hanya ada pada tingkat sekolah saja dan seandainya ada di perguruan tinggi paling-paling kegiatannya juga sama. Dalam kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan Pramuka di PT, yang sama sekali berbeda pada tingkat sekolah. Perbedaaan paling mendasar adalah kalau Pramuka tingkat sekolah bersifat membuat dan merancang kegiatan sedangkan di perguruan tinggi membuat,merancang dan mengaplikasikan kepada diri sendiri pada khususnya dan masuyarakat luas pada umumnya.
Dan pada kesempatan kali ini kami selauruh jajaran Pramuka STAIN Pontianak mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1429 H, Taqaballah minna waminkum mohon maaf lahir dan batin

by : kak Musiri

Selasa, 16 September 2008

POto Racana STAIN Pontianak



Poto penerimaan anggota baru, terlihat diatas adalah ketua dewan Racana putra kak Anuardi